Rabu, 14 November 2012

Sayangi Jantungmu!



Note to my self, Sayangi Jantungmu!
Ini artikel yang saya buat sendiri berdasarkan mendengarkan ceramah H. Prof. Dr. DR. Arief di masjid Agung Surabaya pada Minggu, 11 November 2012 antara ba’da maghrib dan isya’.

Penyakit jantung memang terdengar sangat ekstrim dan menyeramkan. Serangan jantung bisa sangat tiba-tiba menyerang tiap manusia. Serangan jantung ini adalah penyakit mematikan nomor satu di dunia, dengan tingkat penderita meningkat dari tahun ke tahun.

Jantung manusia terbentuk maksimal 8minggu kehamilan, jadi pada saat sang ibu mengetahui kehamilannya pada bulan pertama, dapat dipastikan bahwa jantungnya sudah terbentuk. Ia berdetak normal 50-65 ketuk permenit.

Subhanallah, Allah Maha Kuasa. Allah menciptakan organ terpenting itu pada saat kita pertama kali terwujud. Memang benar, jantung adalah organ fital kita yang utama, dengan tidak mengenyampingkan organ yang lain. Ketika ia berhenti bekerja sepersekian milidetik saja sudah membuat seluruh tubuh kita bergejolak.

Penyakit jantung terbagi menjadi dua sebab, penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung dapatan. Penyakit jantung bawaan, merupakan penyakit jantung yang didapat langsung ketika setelah kelahiran. Penyakit jantung dapatan, adalah penyakit jantung yang kita sendiri yang menjadi pemicunya.

Penyakit jantung bawaan, terjadi 8 dari 1000 kelahiran. Penyebabnya bukan dari faktor orang tua. Orang tua yang memiliki kelainan fisik, cacat atau bahkan penyakit seperti diabet dan kencing manis tidak mempengaruhi adanya penyakit jantung pada anak.

Setiap bayi yang terlahir adalah suci, kita lantas tak layak menyebut orang tua sebagai penyebab suatu kelahiran cacat atau apabila bayi terkena penyakit bawaan. Tak dapat dipungkiri bila kebiasaan buruk sang orang tua yang menimbulkan gejala adanya suatu penyakit. Tapi tidak dengan penyakit jantung, ia tidak disebabkan dari faktor apapun orang tuanya. Anggap saja Allah sayang sama kita, hingga derajat kita akan ditingkatkan sehingga diberinya ujian atau peringatan ini. Sejauh mana kita menghadapinya dengan sabar dan ikhlas itu adalah derajat kenaikan tingatan itu, bukan saling menyalahkan dan saling merasa bersalah bajkan mengutuk diri.

Pada penderita ini sudah dapat diketahui pada saat kelahiran. Dokter yang membantu persalinan akan segera mengetahui adanya penyakit jantung bawaan sang bayi jika terindikasi adanya kelainan. Tangis bayi yang bervolume pertanda bahwa sang buah hati terlahir sehat, bukan perkiraan nanti besarnya akan tumbuh jadi anak yang nakal. Penderita jantung bawaan memiliki ciri kebiruan pada permuakaan kulitnya. Apalagi ketika menangis kencang, kebiruan itu akan lebih terlihat jelas.

Penyakit jantung dapatan, terjadi akibat ulah manusia sendiri. Seperti mengonsumsi rokok, minuman keras dan stres. Rokok jelas menimbulkan pengaruh yang buruk dalam paru-paru, yang mempengaruhi kinerja peredaran darah pada jantung. Minuman keras adalah haram, sebagaimana Allah telah melarang sesuatu yang haram pastilah mengandung unsur ketidakbaikkan. Stres bisa memicu adanya serangan jantung, adanya emosi bergejolak dan kinerja otak yang menegang dapat menimbulkan debar jantung yang tidak stabil.

Sampai sekarang, belum ada fakta ilmiah yang dilakukan para dokter dan riset yang membuktikan bahwa ada pangaruh makanan yang menyebabkan penyakit jantung. Penggunaan merkuri pada kulit dalam kosmetik, terlalu banyak makanan instan dan menu cepat saji dsb bukanlah penyebab kerusakan jantung atau pemicu penyakit jantung.

Jantung berhubungan langsung dengan saraf-saraf pada otak dan denyut nadi. Gejalanya adalah kepala yang pusing berat dan debar jantung yang terlalu cepat. Didalam tubuh kita, sistem peredaran darah selalu bekerja 24 jam untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh kita. Dalam hal ini, jantung merupakan salah satu organ yang berperan dalam mengalirkan darah keseluruh tubuh kita. Oleh sebab itu, kesehatan jantung ialah ikon perhatian yang utama bagi kesehatan jasmani kita.

Pak Dokter yang berceramah menyarankan agar cek kesehatan minimal tiga tahun sekali untuk usia 40tahun keatas, dua tahun sekali pada usia 50tahun keatas, dan setahun sekali pada usia 60tahun keatas, dst. Ada beberapa tips kecil yang ia sarankan dalam menjaga kesehatan jantung. Yang pertama kurangi atau bahkan hindari kebiasaan merokok. Kedua, kurangi konsumsi garam-garaman dan lemak jenuh yang dapat menimbulkan hipertensi (darah tinggi). Rajin berolah raga, setidaknya berjalan selama 30menit sehari untuk menstabilkan kinerja jantung. Banyak mengonsumsi buah dan sayur yang bervitamin dan ikan untuk nutrisi omega tiga. Tidak mudah marah dan mengontrol emosi yang menguras banyak pikiran dan tenaga.

Ketika kita sedang marah atau memendam sesuatu yang tidak terungkapkan, ada kecenderungan timbulnya sakit kepala hingga terasa sesak pada dada. Ini adalah gejala penyempitan pembuluh darah pada jantung. Pada saat ini katup kiri pada jantung menyempit akibat tertariknya syaraf yang menegang pada otak. Jika dibiarkan, akan membuat serangan jantung yang fatal. Untuk menyikapinya yang pertama kali disarankan adalah mengatur keluar masuknya nafas. Menenangkan diri dan menstabilkan kondisi tubuh terumata pikiran.

Dalam islam, berdzikir adalah cara terampuh menenangkan jiwa dan pikiran kita. Dengan menyebut lafadz-lafadz Allah hati kita akan tergerak dan syaraf-syaraf yang tegang akan mengendur. Memang benar, kalam Allah adalah penghapus kegundahan dan keresahan hati.

Perlu diketahui, Pak Dokter yang berceramah diantara maghrib dan isya’ itu telah berusia 70tahun lebih. Beliau masih sehat, bugar, lantang dalam menyampaikan ucapan, berjalan tegak tanpa tongkat.

*saya tidak bermaksud berceramah, menggurui, atau berlagak menjadi dokter ahli. Tapi ketika ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat, saya telah menjadi (kata ayah “sakti mandraguna”)

Innallaha ma’ana – sesungguhnya Allah bersamaku :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar