Note
to my self, Sayangi Jantungmu!
Ini artikel yang saya
buat sendiri berdasarkan mendengarkan ceramah H. Prof. Dr. DR. Arief di masjid
Agung Surabaya pada Minggu, 11 November 2012 antara ba’da maghrib dan isya’.
Penyakit
jantung memang terdengar sangat ekstrim dan menyeramkan. Serangan jantung bisa
sangat tiba-tiba menyerang tiap manusia. Serangan jantung ini adalah penyakit
mematikan nomor satu di dunia, dengan tingkat penderita meningkat dari tahun ke
tahun.
Jantung
manusia terbentuk maksimal 8minggu kehamilan, jadi pada saat sang ibu
mengetahui kehamilannya pada bulan pertama, dapat dipastikan bahwa jantungnya
sudah terbentuk. Ia berdetak normal 50-65 ketuk permenit.
Subhanallah,
Allah Maha Kuasa. Allah menciptakan organ terpenting itu pada saat kita pertama
kali terwujud. Memang benar, jantung adalah organ fital kita yang utama, dengan
tidak mengenyampingkan organ yang lain. Ketika ia berhenti bekerja sepersekian
milidetik saja sudah membuat seluruh tubuh kita bergejolak.
Penyakit
jantung terbagi menjadi dua sebab, penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung
dapatan. Penyakit jantung bawaan, merupakan penyakit jantung yang didapat
langsung ketika setelah kelahiran. Penyakit jantung dapatan, adalah penyakit jantung
yang kita sendiri yang menjadi pemicunya.
Penyakit
jantung bawaan, terjadi 8 dari 1000 kelahiran. Penyebabnya bukan dari faktor
orang tua. Orang tua yang memiliki kelainan fisik, cacat atau bahkan penyakit
seperti diabet dan kencing manis tidak mempengaruhi adanya penyakit jantung
pada anak.
Setiap
bayi yang terlahir adalah suci, kita lantas tak layak menyebut orang tua
sebagai penyebab suatu kelahiran cacat atau apabila bayi terkena penyakit
bawaan. Tak dapat dipungkiri bila kebiasaan buruk sang orang tua yang
menimbulkan gejala adanya suatu penyakit. Tapi tidak dengan penyakit jantung,
ia tidak disebabkan dari faktor apapun orang tuanya. Anggap saja Allah sayang
sama kita, hingga derajat kita akan ditingkatkan sehingga diberinya ujian atau peringatan
ini. Sejauh mana kita menghadapinya dengan sabar dan ikhlas itu adalah derajat
kenaikan tingatan itu, bukan saling menyalahkan dan saling merasa bersalah
bajkan mengutuk diri.
Pada
penderita ini sudah dapat diketahui pada saat kelahiran. Dokter yang membantu
persalinan akan segera mengetahui adanya penyakit jantung bawaan sang bayi jika
terindikasi adanya kelainan. Tangis bayi yang bervolume pertanda bahwa sang
buah hati terlahir sehat, bukan perkiraan nanti besarnya akan tumbuh jadi anak
yang nakal. Penderita jantung bawaan memiliki ciri kebiruan pada permuakaan
kulitnya. Apalagi ketika menangis kencang, kebiruan itu akan lebih terlihat
jelas.
Penyakit
jantung dapatan, terjadi akibat ulah manusia sendiri. Seperti mengonsumsi
rokok, minuman keras dan stres. Rokok jelas menimbulkan pengaruh yang buruk
dalam paru-paru, yang mempengaruhi kinerja peredaran darah pada jantung. Minuman
keras adalah haram, sebagaimana Allah telah melarang sesuatu yang haram
pastilah mengandung unsur ketidakbaikkan. Stres bisa memicu adanya serangan
jantung, adanya emosi bergejolak dan kinerja otak yang menegang dapat
menimbulkan debar jantung yang tidak stabil.
Sampai
sekarang, belum ada fakta ilmiah yang dilakukan para dokter dan riset yang
membuktikan bahwa ada pangaruh makanan yang menyebabkan penyakit jantung. Penggunaan
merkuri pada kulit dalam kosmetik, terlalu banyak makanan instan dan menu cepat
saji dsb bukanlah penyebab kerusakan jantung atau pemicu penyakit jantung.
Jantung
berhubungan langsung dengan saraf-saraf pada otak dan denyut nadi. Gejalanya adalah
kepala yang pusing berat dan debar jantung yang terlalu cepat. Didalam tubuh
kita, sistem peredaran darah selalu bekerja 24 jam untuk mengalirkan darah ke
seluruh tubuh kita. Dalam hal ini, jantung merupakan salah satu organ yang
berperan dalam mengalirkan darah keseluruh tubuh kita. Oleh sebab itu,
kesehatan jantung ialah ikon perhatian yang utama bagi kesehatan jasmani kita.
Pak
Dokter yang berceramah menyarankan agar cek kesehatan minimal tiga tahun sekali
untuk usia 40tahun keatas, dua tahun sekali pada usia 50tahun keatas, dan
setahun sekali pada usia 60tahun keatas, dst. Ada beberapa tips kecil yang ia
sarankan dalam menjaga kesehatan jantung. Yang pertama kurangi atau bahkan
hindari kebiasaan merokok. Kedua, kurangi konsumsi garam-garaman dan lemak
jenuh yang dapat menimbulkan hipertensi (darah tinggi). Rajin berolah raga,
setidaknya berjalan selama 30menit sehari untuk menstabilkan kinerja jantung. Banyak
mengonsumsi buah dan sayur yang bervitamin dan ikan untuk nutrisi omega tiga. Tidak
mudah marah dan mengontrol emosi yang menguras banyak pikiran dan tenaga.
Ketika
kita sedang marah atau memendam sesuatu yang tidak terungkapkan, ada
kecenderungan timbulnya sakit kepala hingga terasa sesak pada dada. Ini adalah
gejala penyempitan pembuluh darah pada jantung. Pada saat ini katup kiri pada
jantung menyempit akibat tertariknya syaraf yang menegang pada otak. Jika dibiarkan,
akan membuat serangan jantung yang fatal. Untuk menyikapinya yang pertama kali
disarankan adalah mengatur keluar masuknya nafas. Menenangkan diri dan
menstabilkan kondisi tubuh terumata pikiran.
Dalam
islam, berdzikir adalah cara terampuh menenangkan jiwa dan pikiran kita. Dengan
menyebut lafadz-lafadz Allah hati kita akan tergerak dan syaraf-syaraf yang
tegang akan mengendur. Memang benar, kalam Allah adalah penghapus kegundahan
dan keresahan hati.
Perlu
diketahui, Pak Dokter yang berceramah diantara maghrib dan isya’ itu telah
berusia 70tahun lebih. Beliau masih sehat, bugar, lantang dalam menyampaikan
ucapan, berjalan tegak tanpa tongkat.
*saya tidak bermaksud
berceramah, menggurui, atau berlagak menjadi dokter ahli. Tapi ketika ilmu yang
saya dapat bisa bermanfaat, saya telah menjadi (kata ayah “sakti mandraguna”)
Innallaha
ma’ana – sesungguhnya Allah bersamaku :’)